Proyek Green Fund untuk Transportasi Rendah Karbon yang Inklusif di Indonesia
Green Fund Project for Inclusive Low Carbon Transport in Indonesia
Konteks
Laporan status pengetahuan memetakan hambatan dan peluang pendanaan iklim di Indonesia. Salah satu celah yang menonjol ada di tahap penyiapan proyek: studi kelayakan, model keuangan, kepatuhan regulasi, serta cara mengukur pengurangan emisi dan dampak inklusivitas.
Peran BID
Dalam program Inclusive Low Carbon Transport in Indonesia yang didanai UK PACT, Clean Air Asia menugaskan BID untuk tiga keluaran: laporan status pengetahuan pendanaan iklim di Indonesia, perangkat panduan pembiayaan dan model bisnis untuk transportasi rendah karbon, serta peningkatan kapasitas bagi penerima manfaat program. Pekerjaan berlangsung dari September 2024 hingga Maret 2025.
Lingkup Pekerjaan
Untuk peningkatan kapasitas, BID menyelenggarakan lokakarya penulisan proposal proyek dan concept note yang bankable, serta pelatihan mengenai instrumen pendanaan iklim dan opsi pembiayaan inovatif, termasuk jenis, bentuk, persyaratan, dan mekanisme pendanaannya.
Keluaran
Sebagai perangkat panduan, BID bersama André Oosterman menyusun Guidelines on Accessing Climate Finance for Inclusive Low-Carbon Transport in Indonesia. Isinya menjelaskan apa itu proyek siap investasi, apa yang dibutuhkan penyedia dana iklim, serta pilihan pembiayaan dan model bisnis yang dapat diterapkan.
Panduan memetakan lebih dari sepuluh sumber pendanaan, dari SDG Indonesia One, BPDLH, Joint Crediting Mechanism, dan green loan bank daerah, sampai Green Climate Fund dan municipal green bond. Sumber-sumber itu dicocokkan dengan kebutuhan proyek di enam wilayah metropolitan, yaitu Jakarta, Bandung, Makassar, Medan, Semarang, dan Surabaya, dilengkapi studi kasus BRT Metro Manila dan LRT Kosta Rika.
Pengalaman terkait