Analisis Model Bisnis dan Pembiayaan untuk Elektrifikasi Armada Bus Transjakarta
Business and Financing Model Analysis for the Electrification of TransJakarta's Bus Fleet
Konteks
DKI Jakarta berkomitmen hanya membeli bus listrik mulai 2025 dan mengelektrifikasi seluruh armada Transjakarta pada 2030. Namun dari rencana 100 bus listrik pada 2022, hanya 74 bus yang berhasil dikontrakkan karena minat operator swasta masih terbatas, terutama akibat tingginya biaya awal dan risiko infrastruktur pengisian daya. Bersama Steer, BID membantu Bank Dunia dan Dishub DKI terutama dalam pengumpulan data dan konsultasi pemangku kepentingan, serta memberi masukan konteks Indonesia sebagai mitra lokal.
Komitmen dan angka pengadaan tersebut menggambarkan keadaan saat kajian dilakukan (2023–2024).
Peran BID
Dengan hibah dari PPIAF, Bank Dunia menugaskan Steer menyusun analisis model bisnis dan pembiayaan untuk elektrifikasi armada Transjakarta, dengan BID sebagai mitra lokal. Bantuan teknis ini mendukung Transjakarta dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta agar transisi ke bus listrik dapat dibiayai dan diperluas. Pekerjaan berlangsung dari Agustus 2023 hingga Mei 2024.
Lingkup Pekerjaan
Studi dimulai dengan menghitung total biaya kepemilikan (TCO) bus listrik dibandingkan bus diesel untuk tiga tipe, yaitu bus tunggal, bus gandeng, dan microbus. Analisis sensitivitas menunjukkan faktor yang paling memengaruhi selisih biaya, termasuk masa kontrak dan umur baterai.
Prinsip utama studi adalah alokasi risiko: memecah, menggabungkan, atau mengintegrasikan risiko armada, baterai, dan pengisian daya kepada pihak yang paling mampu mengelolanya. Dari prinsip ini, sembilan opsi intervensi dievaluasi, antara lain lelang kompetitif, kepemilikan pihak ketiga, pembayaran langsung, jaminan pembayaran, pengadaan massal, dan pinjaman yang dikaitkan dengan penghematan TCO.
Keluaran
Studi juga memetakan perubahan regulasi yang dibutuhkan, misalnya batas umur armada 10 tahun dalam Perda DKI 5/2014 dan sistem kuota operator. Hasilnya dibahas dalam workshop bersama Transjakarta, Dishub, dan Pemprov DKI untuk memilih model bisnis yang akan dikembangkan.
Pengalaman terkait