Kajian/Studi Non-Farebox Revenue (NFB) untuk KPBU LRT Bandung Raya (LRT Metropolitan Bandung)
KPBU: Kerja Sama Pemerintah dan Badan UsahaLRT: Light Rail Transit
Konteks
Latar belakangnya sederhana: pendapatan tiket angkutan rel perkotaan jarang cukup menutup biaya operasi dan pemeliharaan. Setiap rupiah pendapatan di luar tiket dapat mengurangi pembayaran ketersediaan layanan yang harus ditanggung pemerintah selama masa kerja sama.
Peran BID
Dalam penyiapan KPBU LRT Metropolitan Bandung untuk PT SMI, BID menjadi subkonsultan Mott MacDonald Indonesia untuk menyusun kajian pendapatan non-tarif (non-farebox). Kajian ini menyusun proyeksi dan strategi optimalisasi pendapatan di luar tiket untuk mendukung kelayakan finansial proyek.
Lingkup Pekerjaan
BID memetakan delapan kelompok sumber pendapatan: hak penamaan stasiun, iklan dan videotron, full body sticker, inner theming, brand activation, pengembangan berbasis transit (TOD), land value capture, dan parkir. Setiap sumber diproyeksikan dalam beberapa skenario untuk 30 tahun masa operasi.
Asumsi pendapatan diuji dengan pembandingan terhadap operator dalam negeri, yaitu MRT Jakarta, KCI, Transjakarta, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, dan KCIC, serta operator luar negeri seperti MTR Hong Kong, BEM Thailand, LRTA Filipina, Metro Taipei, dan SBS Transit Singapura. Angka pembanding disesuaikan dengan faktor koreksi UMR Jawa Barat terhadap DKI Jakarta.
Asumsi tersebut kemudian divalidasi melalui konsultasi pasar dengan pelaku usaha lokal dan operator transit eksisting sebelum dipakai dalam proyeksi pendapatan proyek.
Tahap terkait
Rangkaian penugasan yang sama
Tahap sebelumnya
Pengalaman terkait